Selasa, 16 Februari 2016

Sejarah FIFA


Dalam kilasan sejarah perkembangan sepakbola menerangkan bahwa dikarenakan tidak adanya badan yang secara khusus mengelola permainan sepak bola di dunia maka berakibat perkembangan sepak bola sempat tersendat. Para pelaku, tim sepak bola merasa bahwa sangatlah penting untuk membentuk sebuah organisasi yang membawahi dan mengatur permainan sepak bola di dunia.


Tindak lanjutnya adalah tepat pada tanggal 21 Mei 1904 maka dibentuklah sebuah badan yang mengurusi sepak bola internasional di Perancis. Nama yang digunakan adalah Fédération Internatinale de Football Association (FIFA). Kantor pusat badan sepak bola FIFA disepakati dikota Zurich, Swiss. Saat itu yang diangkat sebagai presiden pertama FIFA adalah Robert Guérin.


Sejak terbentuknya FIFA maka perkembangan sepak bola di dunia menjadi semakin pesat. Karena yang menjadi salah satu tugas utama dari FIFA adalah melakukan promosi dan sosialisasi tentang sepak bola ke seluruh dunia. Jika dilihat dari jumlah negara yang masuk menjadi anggota FIFA, maka sampai saat ini sudah lebih dari 200 negara yang masuk resmi menjadi anggota.

Sejarah Timnas Spanyol

Namun prestasi piala dunia baru dicetak pada tahun 2010 ketika menjadi
pemenang Piala Dunia FIFA 2010 di Afrika.Lalu seperti apa sejarah pialadunia sebelum 2010 yang diraih tim Matador ini,dibawah bisa dilihat datanya dari tahun ke tahun.
Tim nasional sepak bola Spanyol (Spanyol: Selección de Fútbol de España)mewakili Spanyol disepak bola internasional dan dikendalikan oleh FederasiSepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF), badan sepak bola di Spanyol.
Pelatih kepala saat ini dijabat oleh Vicente del Bosque.Timnas Spanyol sering dijuluki sebagai La Roja (Si Merah),La Furia Roja(Murka Merah),atau La Furia Española.Spanyol adalah juara Dunia dan juaraEropa saat itu,setelah memenangkan Piala Dunia FIFA 2010 dan 2012,serta2008,sehingga menjadi tim pertama dan satu-satunya yang telah memenangkan tigaturnamen internasional besar berturut-turut.Pada bulan Juli 2008 Spanyol naikke puncak Peringkat Dunia FIFA untuk pertama kalinya dalam sejarah tim,menjadi negara keenam ke atas peringkat ini,dan negara pertama ke atas peringkattanpa sebelumnya memenangkan Piala Dunia FIFA.
Antara November 2006 dan Juni 2009 Spanyol tidak terkalahkan selama 35pertandingan berturut-turut sebelum mereka kalah dari Amerika Serikattanggal 24 Juni 2009 pada Piala Konfederasi FIFA 2009.
Spanyol yang sekarang terkenal dengan gaya permainan Tiki-taka,yang membuattim ini menjadi sebuah kekuatan yang dominan di persepakbolaan dunia.Pada tanggal 1 Juli 2012 tim nasional Spanyol membuat sejarah sepak bola ketika mereka mengalahkan Italia 4-0 di final Euro 2012 dengan gol dari FernandoTorres,Juan Manuel Mata,Jordi Alba dan David Silva di Kiev Olimpiyskiy Stadium.
Spanyol menjadi tim pertama yang memenangkan dua Kejuaraan Eropa berturut-turut,dan tim sepak bola Eropa pertama yang memenangkan tiga turnamen besar berturut-turut (Euro 2008,Piala Dunia 2010 dan Euro 2012).Dengan prestasi ini,banyak analissepak bola,pemain,dan penggemar sama-sama menganggap inkarnasi ini menjadi salahsatu tim internasional terbesar yang pernah.
Berikut data tim Spanyol sepanjang sejarah hingga tahun 2010 baru bisa bangkitmenjadi pemenang Piala Dunia FIFA 2010: Rekor Piala Dunia:    1930 - Tidak ikut serta ( Piala Dunia Pertama Kali Dimulai )    1934 - Perempatfinal    1938 - Mengundurkan diri karena Perang Saudara Spanyol    1950 - Peringkat Keempat    1954 - Tidak lolos    1958 - Tidak lolos    1962 - Babak Pertama    1966 - Babak Pertama    1970 - Tidak lolos    1974 - Tidak lolos    1978 - Babak Pertama    1982 - Babak Kedua    1986 - Perempatfinal    1990 - Babak Kedua    1994 - Perempatfinal    1998 - Babak Pertama    2002 - Perempatfinal    2006 - Babak Kedua    2010 - Juara ( Menjadi Juara Piala Dunia FIFA 2010 )
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJNDG0g2PnhAsWw_ljA3qMTQiUhgxP4ahkhMXrgg5d0mRN0-JQ8HOUNacsFWaas5gjobdubhXdWGCalqx0vxt2q4DhMeTG3xIdPKyIa-pbyoNDGj08I8zGTLqkHczVm5DuZ0QmuwO7b5wO/s320/spanyol-2010.jpg
Rekor Piala Eropa:    1960 - Mengundurkan diri dalam kualifikasi    1964 - Juara    1968 - Sampai 1976 - Tidak Lolos    1980 - Babak Pertama    1984 - Juara Kedua    1988 - Babak Pertama    1992 - Tidak Lolos    1996 - Perempatfinal    2000 - Perempatfinal    2004 - Babak Pertama    2008 - Juara    2012 - Juara

Sejarah Sepak Bola

 5.000 sebelum Masehi: Sepakbola dimainkan di Cina dengan nama tsu chu. Selain untuk melatih fisik tentara, permainan ini dipertandingkan saat kaisar ulang tahun. 
3000 sebelum Masehi: Orang Jepang memainkan KEMARI. (sepak bola ala Jepang) 
2500 sebelum Masehi: Orang Mesir Kuno dan Timur Tengah memainkan sepakbola sebagai bagian dari ritual keagamaan. Hanya sedikit dokumen yang mendukung hipotesis ini. Tahun Masehi: Penemuan dokumen-dokumen sepakbola di Roma dan Yunani. 
100-500: Orang Romawi menyebarkan permainan harpastrum ke wilayah Eropa. 
217: Tentara Inggris mulai memainkan sepakbola setelah mengalahkan tentara Roma. 
600-1600: Orang Meksiko dan Amerika Tengah membuat bola dari karet. Permainan di sana merupakan gabungan dari basket, voli dan sepakbola. Abad pertengahan: Italia, Prancis dan Eropa lainnya mulai menemukan sepakbola. 
1100: Permainan bola di Inggris dilakukan dengan brutal tanpa aturan. 
1314: Raja Edward II melarang sepakbola. 
1369: Raja Edward III meneruskannya. 
1500: Italia menemukan calcio dengan pemain satu tim lebih dari 27 orang. Permainannya sangat sederhana: mendendang, mengoper dan menggiring bola untuk di bawa ke garis gol. Belum ada gawang. 
1561: Richard Mulcaster mengadopsi calcio dari Florence ini untuk diajarkan di sekolah-sekolah dasar dan menengah di Inggris. 
1572: Ratu Elizabeth I serius melarang sepakbola dan menyediakan penjara bagi rakyatnya yang memaksa bermain 

Dua ratus tahun kemudian Joseph Strutt menyempurnakan aturan tersebut. 
Belajar dari sejarah bola Inggris tahun 1700, ia menulis buku The Sports and 
Pastimes of The People England. Dalam buku ini ia membuat aturan bahwa sepak 
bola harus terdiri dari dua tim dengan jumlah pemain sama. Kedua tim harus 
berebut bola untuk memasukkannya ke gawang lawan yang terpisah oleh jarak 
70-90 meter. 


Baik Bardi, Mulcaster maupun Strutt, ketiganya menginginkan sepak bola 
melulu sebagai permainan. Mereka sebenarnya mengadopsi peraturanperaturan 
sederhana sepak bola yang sudah dipraktikkan di Jepang dan Cina puluhan abad 
sebelumnya. Dalam World Soccer (1992), Guy Oliver menulis bahwa peraturan 
dan permainan tsu chu maupun kemari merupakan sumber ilham sepak bola 
modern. 


Mulcaster dijuluki sebagai "pembela sepak bola paling gigih dari abad 16". 
Itu karena ia tekun mengkampanyekan sepak bola yang tidak brutal. Permainan 
ini, katanya, bahkan harus dimainkan oleh perempuan dan anak-anak karena 
berguna untuk kekuatan dan kebugaran tubuh. Padahal di Cina, menurut pelukis 
Dinasti Ming, Du Jin, para perempuan sudah bermain tsu chu antara tahun 
1465-1509. 


Konsep Strutt ini kemudian dijadikan pijakan peraturan sepak bola modern.
Pijakan ini mendasari lahirnya Football Association di Inggris pada 26
Oktober 1863 oleh 11 klub sepak bola di sana yang anggotanya terdiri dari
para mahasiwa. Awalnya, asosiasi mengatur jumlah pemain satu tim sebanyak
15-21 orang. Pada 1870 jumlah pemain dibakukan menjadi sebelas. Penjaga
gawang baru muncul pada 1880.


Dari organisasi ini pulalah lahir istilah soccer, dari singkatan kata
association. Charles Wreford Brown, mahasiswa Universitas Oxford, menemukan
tak sengaja istilah ini ketika ditanya orang apakah ia seorang pemain rugbi
(rugger), olahraga yang lebih terkenal di sana. Brown menjawab, "No, I'am
soccer."


Sedangkan football, meskipun pertama kali disebut dalam larangan- larangan
para raja pada abad 17 dengan nama fute-ball, istilah ini semakin populer
setelah ditulis dramawan Inggris yang terkenal, William Shakespeare. Dalam
King Lear seorang tokohnya mencemooh tokoh lain yang dianggap dungu sebagai
"football player". Shakespeare melanjutkannya ketika menulis Comedy and
Errors (adegan II). Istilah ini masih dipakainya untuk mencemooh tokoh yang
begerak tak tentu arah.


Tahun 1863 merupakan tonggak sejarah sepak bola modern. Selain ada wasit,
luas lapangan dan jumlah pemain yang dibatasi, sepak bola juga hanya memakai
kulit binatang yang diisi udara. Permainan ini kemudian menyebar ke negara
jajahan Inggris dan berkembang pesat dan kompleks sebagai budaya massa dalam
abad modern.


Orang Inggris keliru ketika pada Piala Eropa 1996 memasang spanduk
besar-besar dengan bunyi: sepak bola kembali ke tanah leluhurnya. Orang
Inggris mengacu pada kelahiran Asosiasi sepak bola (FA) yang baru berusia
dua abad itu. Mereka keliru karena sepak bola adalah produk santun
kebudayaan Timur.


Sebagai sebuah budaya massa, sepak bola telah menarik minat para ilmuwan
dengan pelbagai latar belakang: sosial, ekonomi, politik, filsafat. Victor
Matheson dari Departemen Ekonomi William College, Inggris, dalam
penelitiannya di tahun 2003 menyimpulkan bahwa klub-klub profesional di
Eropa dan Amerika Selatan menyumbang pertumbuhan ekonomi yang signifikan
kepada negaranya. Setiap klub, dengan perputaran uang triliunan rupiah,
setidaknya mempekerjakan 3.000 karyawan. Atau holiganisme di Inggris yang
menarik minat para sosiolog dalam meneliti pendukung sebuah kesebelasan.


Para pemikir sudah lama menaruh minat pada olahraga ini. Albert Camus pernah
bilang bahwa dirinya berutang kepada sepak bola karena olahraga ini
mempertontonkan soal moral dan tanggungjawab. Di masa mudanya, Camus pernah
jadi kiper, karena itu ia punya lebih banyak waktu merenungkan pertandingan.
Claude Levi- Strauss, Sartre hingga Gramsci juga sudah menulis kajian
filsafat sepak bola. Di Australia, pengelola klub menyeleksi pemain dengan 

teori psikoanalisis Sigmund Freud. 

Sejarah Sepak Bola Wanita

Sepakbola merupakan salah satu bidang olahraga yang sudah sangat mendunia. Permainannya yang menantang dan yang kita sering lihat pemainnya rata-rata adalah pria. Tetapi, apakah yang anda pikirkan ketika ada seorang wanita yang menyatakan kalau ia ingin menjadi pemain sepak bola? Mungkin satu kata yang terbesit di pikiran anda untuk mendeskripsikan wanita itu adalah, sangar. Padahal, sepak bola bisa dimainkan oleh siapa saja bukan? Tak memandang gender, kedudukan sosial, maupun kemampuan. Yang membatasi biasanya hanyalah umur, karena sepak bola membutuhkan kondisi fisik yang cukup kuat dan kondisi usia kadang tak memungkinkan pemain sepak bola bermain sampai tua. Tetapi, gender? Selama ini semua orang hanya melihat kalau sepak bola hanya bisa dimainkan oleh laki-laki saja. Padahal, jika perempuan mempunyai kemampuan yang sama dengan laki-laki, apa salahnya perempuan memiliki tim sepak bolanya sendiri dan berkompetisi layaknya para pria yang bermain sepak bola juga? Jelas sekali, berbagai pro dan kontra melayang-layang di setiap otak yang memikirkan masalah ini.

Sejarah Lahirnya Sepak Bola WanitaAsal muasal sepak bola wanita telah ada dilingkungan masyarakat Cina. Walaupun orang kebanyakan mengetahui sepak bola modern lahir di Inggris, permainan sepak bola itu memang sudah dimainkan di dataran Cina sejak ribuan tahun silam. Khusus untuk sepak bola bagi wanita, permainan sepak bola tersebut sudah dimainkan para wanita Cina pada tahun 25, atau tepatnya pada masa pemerintahan Dinasti Donghan (25-220). Setelah itu ratusan tahun kemudian, sepak bola wanita seakan-akan tenggelam. Terutama pada masa pemerintahan Dinasti Qing (1644-1912) yang sangat tidak suka akan permainan sepak bola, apalagi sepak bola wanita. Sampai-sampai sepak bola wanita dilarang dimainkan di negeri Cina sepanjang kekuasaan Dinasti Qing. Para wanita Cina akhirnya harus bermain sepak bola secara diam-diam ditempat yang tidak mencolok. Dan baru pada tahun 1920, sepak bola wanita boleh kembali dimainkan di Cina. Dan kabar baiknya saat itu, beberapa sekolah di Cina malah meletakkan sepak bola wanita sebagai kurikulum sekolahnya.Di dataran Eropa sendiri sebenarnya sepak bola bagi wanita juga sudah mulai marak dimainkan oleh para wanita berkulit putih, seiring mulai maraknya sepak bola modern. Akan tetapi, kegiatan kaum hawa itu tidak diberi tanggapan yang positif dan pada akhirnya tidak bisa berkembang dengan baik karena masyarakat juga tidak mau menyambut kegiatan itu dengan pikiran yang positif. Namun, pada tahun 1920 diselenggarakanlah sebuah pertandingan sepak bola wanita digelar di Everton, Inggris. Saat tiu jumlah penontonnya benar-benar banyak sehingga melebihi kapasitas stadion. Saat itu, penonton yang datang ke arena kurang lebih sebanyak 50.000 jiwa.


Pertandingan Sepak Bola Wanita: Inggris vs. Perancis tahun 1920.
Anehnya, federasi sepak bola Inggris atau FA, justru memberikan respon yang negatif akan kejadian itu. Memang keadaannya ricuh, tetapi yang mereka respon bukan kericuhan yang diakibatkan oleh betapa penasarannya masyarakat akan sepak bola wanita, tetapi kepada permainan sepak bola tersebut dimainkan oleh para wanita. FA seakan takut kalau sepak bola pria kalah pamor, alhasil para petinggi di FA mengeluarkan dekrit yang berisikan larangan agar sepak bola tidak dimainkan oleh wanita lagi pada tahun 1921. Setelah 34 tahun kemudian, pada tahun 1955, Jerman dan Belanda juga ikut-ikutan menerapkan larangan yang sama untuk persepakbolaan wanita. Yang mengecewakannya lagi, ketiga negara tersebut menyatakan alasan yang sama, yaitu sepak bola tidak sesuai dengan kodrat seorang wanita.
Sepak bola wanita yang tadinya mulai bersinar di mata dunia, seolah mati seketika. Sampai pada akhirnya, tepat pada tahun 1971, ketiga negara besar di Eropa tersebut kembali memperbolehkan adanya olahraga sepak bola bagi wanita. Sejak saat itu, sepak bola wanita modern kembali berkembang dan naik daun. Hebatnya lagi, pada tahun 1991, persepakbolaan wanita di dunia sudah dapat mengadakan kompetisinya sendiri, yaitu Piala Dunia untuk wanita. Bahkan, beberapa klub sepak bola di dunia mulai membentuk tim wanita dan mengadakan kompetisinya sendiri. Contohnya, di Inggris ada beberapa klub besar dengan tim wanitanya, yaitu Chelsea Ladies Football Club, Arsenal Ladies, Bristol Academy Ladies, dan lain-lain. Lalu di negara Paman Sam, Amerika Serikat, terdapat juga beberapa klub sepak bola wanita seperti, Boston Breakers, Washington Freedoms, Arizona Heatwaves, dan lain-lain. Dan di negara Sakura, Jepang, terdapat INAC Kobe Leonessa, NTV Beleza, Albirex Niigata Ladies, dan lain-lain. yang terakhir dari negara kita sendiri, Indonesia, salah satunya Buana Putri.


Skuad Chelsea Ladies FC 2012
Sejarah Keberadaan Liga Sepak Bola Wanita
The Munitionettes Cup
Pada jaman Perang Dunia II, di bagian Timur Laut negara Britania Raya, terdapat banyak pabrik mesiu untuk bibit meriam. Para pekerja didalamnya rata-rata adalah perempuan. Pada bulan Agustus tahun 1917, sebuah kompetisi sepak bola wanita dikalangan pekerja dibuat dan digelar di sana. Ketika itu, kompetisi tersebut dinamai Tyne Wear & Tees Alfred Wood Munition Girls Cup atau yang lebih dikenal dengan nama The Munitionettes’s Cup. Pemenang piala pertama liga tersebut adalah tim bernama Blyth Spartans yang mengalahkan tim Bolckow Vaughan 5-0 saat final di kota Middlesbrough, 18 May 1918. Ditahun berikutnya diadakan kembali liga yang sama dengan pemenang The Ladies of Palmer’s Shipyard dari kota Jarrow, Inggris, yang mengalahkan Christoper Brown’s dari kota Hartlepool, Inggris, di stadion St. James Park, Newcastle, Inggris, 22 Maret 1919.
The English Ladies’ Football Association Challenge Cup
Asosiasi liga ini terbentuk bersamaan dengan tahun dimana dekrit larangan sepak bola wanit dikeluarkan oleh FA. Tetapi sempat dilanjutkan beberapa bulan karena telah ada 24 tim yang mendaftarkan dirinya untuk mengikuti kompetisi ini di tahun 1922. Saat putaran final, didapatlah pemenang perta,a sekaligus terakhir dari liga ini, yaitu Stoke Ladies yang mengalahkan Doncaster & Bentley Ladies 3-1, pada tanggal 24 Juni 1922.

Stoke Ladies Football Team
The Championship of Great Britain and the World
Pada musim pertama liga ini, tidak banyak yang diketahui dari liga ini. Akan tetapi, di akhir putaran final, Edinburgh Ladies bertemu dengan Dick, Kerr’s Ladies F.C., dan Edinburgh Ladies keluar sebagai pemenang liga musim itu. Liga ini dilaksanakan saat masih berlakunya larangan sepak bola wanita, sehingga tidak terlalu di-exposekehadirannya.

Setelah dicabutnya larangan sepak bola wanita oleh FA, didirikanlah asosiasi baru bagi pesepak bola wanita yaitu Women’s Football Association yang laga perdananya dilaksanakan pada tahun 1970-71. Laga perdananya disebut dengan Mitre Trophy, dan diubah menjadi FA Women’s Cup di tahun 1993. Klub sepak bola wanita di Inggris yang berhasil memenangkan trofi liga ini adalah Southhampton WFC. Lalu, sejak musim 1983-1984 hingga musim 1993-1994, Doncaster Belles masuk 10 dari 11 kali putaran final dan memenangkannya sebanyak 6 kali. Dan klub sepak bola wanita di Inggris yang telah berkembang pesat dan musim 2012-2013 telah memantapkan dirinya di urutan pertama adalah Arsenal Ladies. Mereka memenangkan 11 trofi FA.





Sejarah AFF

Duel-duel menarik, gol-gol cantik, hingga taktik-taktik cerdik akan disuguhkan delapan tim terbaik dari kawasan Asia Tenggara, mulai 22 November – 20 Desember di Vietnam dan Singapura. Tim manakah yang akan keluar sebagai juara pada edisi ke-10 Piala AFF 2014..?
 
Namun, sebelum kita menyaksikan aksi-aksi ciamik dan gol-gol indah yang tersaji pada turnamen tahun ini, tidak ada salahnya apabila kita menengok sejenak ke belakang, untuk mengetahui lebih dalam tentang Piala AFF.
 
Piala AFF pertama kali diperkenalkan pada 1996 dengan nama Tiger Cup –merujuk pada produsen bir asal Singapura. Enam Negara memprakarsai turnamen ini dengan tujuan untuk mempererat hubungan antar Negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Keenam Negara itu ialah Brunei Darussalam, Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia dan Filipina.
 
Pada edisi pertama yang dihelat di Singapura pada 1-15 September 1996, keenam Negara di atas mengundang empat Negara lain, yakni; Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam untuk ikut berpartisipasi. Turnamen pun akhirnya digelar dengan 10 kontestan yang terbagi dalam dua grup, di mana masing-masing grup terdiri dari lima tim untuk saling bersaing memperebutkan poin terbanyak. Selanjutnya, dua tim dengan poin terbanyak di tiap grup, berhak tampil di babak semifinal.
 
Thailand keluar sebagai juara pada edisi pertama ini, setelah mengalahkan Malaysia 1-0 di partai puncak. Indonesia sendiri harus puas berada di peringkat empat, lantaran kalah 2-3 dari Vietnam dalam perebutan posisi ketiga.
 
Sukses menggelar edisi pertama, Piala Tige pun rutin digelar tiap dua tahun sekali. Vietnam dan Thailand jadi tuan rumah pada dua edisi berikutnya. Berjalan tiga edisi, terobosan baru diaplikasikan pada edisi keempat. Mulai tahun 2002, format tuan rumah diubah menjadi dua Negara.
 
Indonesia dan Singapura mendapat kesempatan menjadi tuan rumah untuk laga fase grup. Sementara untuk fase semifinal dan final digelar di Indonesia. Pada edisi keempat ini, Indonesia untuk kali kedua secara beruntun lolos ke final. Sayang, di hadapan ribuan pendukungnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Bambang Pamungkas cs gagal melakukan pembalasan atas Thailand yang mengalahkan mereka pada final dua tahun sebelumnya. Indonesia kalah adu penalti 2-4 (2-2).
 
Memasuki edisi kelima pada tahun 2004, format baru kembali diterapkan. Pada edisi kali ini, format semifinal hingga final dibuat dengan sistem home-away (kandang-tandang), namun aturan gol away belum diberlakukan.
 
Singapura jadi juara pada edisi kali ini usai menyisihkan Myanmar 8-5 via babak perpanjangan waktu (3-4, 4-2) di semifinal, dan menumbangkan Indonesia 5-2 (1-3, 2-1) di partai final.
 
Format Piala AFF
Terobosan baru kembali terjadi pada edisi keenam di tahun 2007. Kali ini, giliran nama turnamen yang diganti. Piala Tiger tidak lagi digunakan seiring turnamen tidak lagi disponsori Tiger Beer. Turnamen diganti menjadi Piala AFF.
 
Tak hanya itu, jumlah kontestan pun dikurangi menjadi delapan. Enam tim dengan ranking tertinggi di kawasan Asia Tenggara, berhak lolos otomatis ke putaran final. Sementara dua tempat tersisa akan diperebutkan lewat jalur kualifikasi. Inilah untuk kali pertama jalur kualifikasi kembali diberlakukan setelah terakhir kali dilakukan pada edisi 1998. Selain itu, laga perebutan tempat ketiga juga ditiadakan.
 
Setahun berselang, turnamen berganti jadi Piala Suzuki AFF –menyusul masuknya sponsor utama dari produsen otomotif asal Jepang.
 
Perubahan kembali terjadi pada edisi 2010. Format sedikit diperbarui yakni dengan diterapkannya aturan gol tandang di fase knock out. Sejak itu, format ini terus dipertahankan hingga kini memasuki edisi ke-10 yang akan digelar di Vietnam dan Singapura pada 22 November – 20 Desember 2014.Piala AFF 2014 telah resmi berakhir. Timnas Thailand berhasil meraih gelar juara setelah unggul atas Malaysia dengan agregat gol 4-3, dalam dua leg partai final. Artinya, ini menjadi gelar keempat The War Elephants sejak turnamen ini digulirkan pada 1996 dengan nama Piala Tiger.
Tak ayal, Thailand menyamai jumlah gelar yang diraih Singapura, yang berhasil menjadi tim terbaik pada 1998, 2004, 2007, dan 2012. Dalam sepuluh edisi turnamen ini diselenggarakan, baru empat negara yang berhasil meraih gelar juara.
Mereka adalah Thailand (empat kali), Singapura (empat kali), Vietnam (satu kali), dan Malaysia (satu kali). Sementara itu, Indonesia menjadi tim yang paling banyak meraih runner-up di turnamen sepakbola tertinggi antarnegara di Asia Tenggara ini pada 2000, 2002, 2004, dan 2010.
Selain itu, baru lima negara yang menjadi tuan rumah tunggal atau bersama ajang ini dari 11 negara ASEAN yang ada. Yaitu, Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Vietnam.
Berikut daftar juara Piala AFF sejak 1996:


1996     Thailand
1998    Singapura
2000    Thailand
2002    Thailand
2004    Singapura
2007    Singapura
2008    Vietnam
2010    Malaysia
2012    Singapura
2014    Thailand

Pengertian AFC

Seputar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). ASIA FOOTBALL KONFEDERASI (AFC) atau Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) adalah badan pengelola sepak bola Asia dan salah satu dari enam Konfederasi yang membentuk FIFA. Dibentuk pada tahun 1954 di Manila Asian Games dan disetujui oleh FIFA di Berne Swiss pada tanggal 21 Juni tahun yang sama. AFC sekarang berkantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia dan terdiri atas dari 46 Asosiasi. Dikutip dari the-afc.com
tentang Seputar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC)
Seputar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC)

Tanggung Jawab AFC
  1. Mengatur permainan,
  1. penyusunan undang-undang baru untuk meningkatkan olahraga,
  1. menerapkan hukum,
  1. meningkatkan bakat Dan Kualitas sepak bola,
  1. Melaksanakan kompetisi utama.

AFC Asosiasi AnggotaBerikut ini adalah Negara-negara yang berpartisipasi AFC anata lain Australia, Brunei,  Kamboja,  Indonesia,  Laos,  Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, Vietnam, China PR,  Cina Taipei,  DPR Korea, Guam, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Macau, Mongolia, Kepulauan Mariana Utara, Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, India, IR Iran, Kyrgyzstan, Maladewa, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Bahrain, Irak, Jordan, Kuwait, Lebanon, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, Suriah, UAE, Yaman.
Turnamen AFCDibawah ini adalah turnamen-turnamen sepak bola yang Dipertandingkan yang antara lain :
Turnamen Tingkat Club
  1. AFC Champions League
  1. AFC CUP
  1. AFC PRESIDENTS CUP
  1. FIFA CLUB WORLD CUP
Turnamen Untuk Pria
  1. AFC Asian Cup Qualifiers
  1. AFC Chalenge CUP
  1. AFC U-22 Champonship
  1. AFC U-19 Champonship
  1. AFC U-16 Champonship
  1. AFC U-14 Champonship
  1. FIFA KUALIFIKASI WORLD CUP ASIA
  1. PIALA DUNIA FIFA
  1. PIALA KONFEDERASI FIFA
  1. PIALA DUNIA U-20 FIFA
  1. PIALA DUNIA U-17 FIFA
  1. OLIMPIADE
  1. ASIAN GAMES
Turnamen Untuk Putri
  1. AFC Women’s Asian Cup
  1. AFC U-19 Women’s Championship
  1. AFC U-16 Women’s Championship
  1. AFC U-14 Girls Regional Championship
  1. FIFA Women’s World Cup
  1. FIFA U-20 Women's World Cup
  1. FIFA U-17 Women's World Cup
  1. Women's Olympic Games
  1. Asian Games 2014 (women)

Turnamen Futsal
  1. AFC Futsal Championship
  1. AFC Futsal Club Championship
  1. FIFA Futsal World Cup
PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) yang dibentuk 19 April 1930 di Yogyakarta. Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda, Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan. Jika meneliti dan menganalisa saat- saat sebelum, selama dan sesudah kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, jelas sekali bahwa PSSI lahir, karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih - benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.

•  Awal Mula Berdirinya PSSIPSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Ketika kembali ke tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda "Sizten en Lausada" yang berpusat di Yogyakarta. Disana ia merupakan satu - satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu. Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut.Setelah berhenti dari "Sizten en Lausada" ia lebih banyak aktif di bidang pergerakan, dan sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepakbola, Soeratin menyadari sepenuhnya untuk mengimplementasikan apa yang sudah diputuskan dalam pertemuan para pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda) Soeratin melihat sepakbola sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.

Untuk melaksanakan cita - citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh - tokoh sepakbola di Solo, Yogyakarta dan Bandung . Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Kemudian ketika diadakannya pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta dengan Soeri - ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) bersama dengan pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi persepakbolaan kebangsaan, yang selanjutnya di lakukan juga pematangan gagasan tersebut di kota Bandung, Yogya dan Solo yang dilakukan dengan tokoh pergerakan nasional seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A Hamid, Soekarno (bukan Bung Karno), dan lain - lain. Sementara dengan kota lainnya dilakukan kontak pribadi atau kurir seperti dengan Soediro di Magelang (Ketua Asosiasi Muda).Kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil - wakil dari VIJ (Sjamsoedin - mahasiswa RHS); wakil Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) Gatot; Persatuan Sepakbola Mataram (PSM) Yogyakarta, Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo; Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo Soekarno; Madioensche Voetbal Bond (MVB), Kartodarmoedjo; Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) E.A Mangindaan (saat itu masih menjadi siswa HKS/Sekolah Guru, juga Kapten Kes.IVBM) Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) diwakili Pamoedji. Dari pertemuan tersebut maka, lahirlah PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia) nama PSSI ini diubah dalam kongres PSSI di Solo 1950 menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang juga menetapkan Ir. Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.Begitu PSSI terbentuk, Soeratin dkk segera menyusun program yang pada dasarnya "menentang" berbagai kebijakan yang diambil pemerintah Belanda melalui NIVB. PSSI melahirkan "stridij program" yakni program perjuangan seperti yang dilakukan oleh partai dan organisasi massa yang telah ada. Kepada setiap bonden/perserikatan diwajibkan melakukan kompetisi internal untuk strata I dan II, selanjutnya di tingkatkan ke kejuaraan antar perserikatan yang disebut "Steden Tournooi" dimulai pada tahun 1931 di Surakarta .Kegiatan sepakbola kebangsaan yang digerakkan PSSI , kemudian menggugah Susuhunan Paku Buwono X, setelah kenyataan semakin banyaknya rakyat pesepakbola di jalan - jalan atau tempat - tempat dan di alun - alun, di mana Kompetisi I perserikatan diadakan. Paku Buwono X kemudian mendirikan stadion Sriwedari lengkap dengan lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan "Sepakbola Kebangsaan" yang digerakkan PSSI. Stadion itu diresmikan Oktober 1933. Dengan adanya stadion Sriwedari ini kegiatan persepakbolaan semakin gencar.

Lebih jauh Soeratin mendorong pula pembentukan badan olahraga nasional, agar kekuatan olahraga pribumi semakin kokoh melawan dominasi Belanda. Tahun 1938 berdirilah ISI (Ikatan Sport Indonesia), yang kemudian menyelenggarakan Pekan Olahraga (15-22 Oktober 1938) di Solo.Karena kekuatan dan kesatuan PSSI yang kian lama kian bertambah akhirnya NIVB pada tahun 1936 berubah menjadi NIVU (Nederlandsh Indische Voetbal Unie) dan mulailah dirintis kerjasama dengan PSSI. Sebagai tahap awal NIVU mendatangkan tim dari Austria "Winner Sport Club " pada tahun 1936.Pada tahun 1938 atas nama Dutch East Indies, NIVU mengirimkan timnya ke Piala Dunia 1938, namun para pemainnya bukanlah berasal dari PSSI melainkan dari NIVU walaupun terdapat 9 orang pemain pribumi / Tionghoa. Hal tersebut sebagai aksi protes Soeratin, karena beliau menginginkan adanya pertandingan antara tim NIVU dan PSSI terlebih dahulu sesuai dengan perjanjian kerjasama antara mereka, yakni perjanjian kerjasama yang disebut "Gentelemen's Agreement" yang ditandatangani oleh Soeratin (PSSI) dan Masterbroek (NIVU) pada 5 Januari 1937 di Jogyakarta. Selain itu, Soeratin juga tidak menghendaki bendera yang dipakai adalah bendera NIVU (Belanda). Dalam kongres PSSI 1938 di Solo, Soeratin membatalkan secara sepihak Perjanjian dengan NIVU tersebut.Soeratin mengakhiri tugasnya di PSSI sejak tahun 1942, setelah sempat menjadi ketua kehormatan antara tahun 1940 - 1941, dan terpilih kembali di tahun 1942.M asuknya balatentara Jepang ke Indonesia menyebabkan PSSI pasif dalam berkompetisi, karena Jepang memasukkan PSSI sebagai bagian dari Tai Iku Kai, yakni badan keolahragaan bikinan Jepang, kemudian masuk pula menjadi bagian dari Gelora (1944) dan baru lepas otonom kembali dalam kongres PORI III di Yogyakarta (1949).

•  Perkembangan PSSIPasca Soeratin ajang sepakbola nasional ini terus berkembang walaupun perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia ini mengalami pasang surut dalam kualitas pemain, kompetisi dan organisasinya. Akan tetapi olahraga yang dapat diterima di semua lapisan masyarakat ini tetap bertahan apapun kondisinya. PSSI sebagai induk dari sepakbola nasional ini memang telah berupaya membina timnas dengan baik, menghabiskan dana milyaran rupiah, walaupun hasil yang diperoleh masih kurang menggembirakan.Hal ini disebabkan pada cara pandang yang keliru. Untuk mengangkat prestasi Timnas, tidak cukup hanya membina Timnas itu sendiri, melainkan juga dua sektor penting lainnya yaitu kompetisi dan organisasi, sementara tanpa disadari kompetisi nasional kita telah tertinggal.Padahal di era sebelum tahun 70-an, banyak pemain Indonesia yang bisa bersaing di tingkat internasional sebut saja era Ramang dan Tan Liong Houw, kemudian era Sucipto Suntoro dan belakangan era Ronny Pattinasarani.Dalam perkembangannya PSSI sekarang ini telah memperluas jenis kompetisi dan pertandingan yang dinaunginya. Kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI di dalam negeri ini terdiri dari :
•  Divisi utama yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.•  Divisi satu yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.•  Divisi dua yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.•  Divisi tiga yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus amatir.•  Kelompok umur yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain:•  Dibawah usia 15 tahun (U-15)•  Dibawah usia 17 tahun (U-170•  Dibawah Usia 19 tahun (U-19)•  Dibawah usia 23 tahun (U-23)•  Sepakbola Wanita•  Futsal.

PSSI pun mewadahi pertandingan - pertandingan yang terdiri dari pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak perkumpulan atau klub sepakbola, pengurus cabang, pengurus daerah yang dituangkan dalam kalender kegiatan tahunan PSSI sesuai dengan program yang disusun oleh PSSI. Pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak ketiga yang mendapat izin dari PSSI. Pertandingan dalam rangka Pekan Olahraga Daerah (PORDA) dan pekan Olah Raga Nasional (PON). Pertandingan - pertandingan lainnya yang mengikutsertakan peserta dari luar negeri atau atas undangan dari luar negeri dengan ijin PSSI.

Kepengurusan PSSI pun telah sampai ke pengurusan di tingkat daerah - daerah di seluruh Indonesia . Hal ini membuat Sepakbola semakin menjadi olahraga dari rakyat dan untuk rakyat.Dalam perkembangannya PSSI telah menjadi anggota FIFA sejak tanggal 1 November 1952 pada saat congress FIFA di Helsinki. Setelah diterima menjadi anggota FIFA, selanjutnya PSSI diterima pula menjadi anggota AFC (Asian Football Confederation) tahun 1952, bahkan menjadi pelopor pula pembentukan AFF (Asean Football Federation) di zaman kepengurusan Kardono, sehingga Kardono sempat menjadi wakil presiden AFF untuk selanjutnya Ketua Kehormatan.Lebih dari itu PSSI tahun 1953 memantapkan posisinya sebagai organisasi yang berbadan hukum dengan mendaftarkan ke Departement Kehakiman dan mendapat pengesahan melalui SKep Menkeh R.I No. J.A.5/11/6, tanggal 2 Februari 1953, tambahan berita Negara R.I tanggal 3 Maret 1953, no 18. Berarti PSSI adalah satu - satunya induk organisasi olahraga yang terdaftar dalam berita Negara sejak 8 tahun setelah Indonesia merdeka.