Namun, sebelum kita menyaksikan aksi-aksi ciamik dan gol-gol indah yang tersaji pada turnamen tahun ini, tidak ada salahnya apabila kita menengok sejenak ke belakang, untuk mengetahui lebih dalam tentang Piala AFF.
Piala AFF pertama kali diperkenalkan pada 1996 dengan nama Tiger Cup –merujuk pada produsen bir asal Singapura. Enam Negara memprakarsai turnamen ini dengan tujuan untuk mempererat hubungan antar Negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Keenam Negara itu ialah Brunei Darussalam, Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia dan Filipina.
Pada edisi pertama yang dihelat di Singapura pada 1-15 September 1996, keenam Negara di atas mengundang empat Negara lain, yakni; Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam untuk ikut berpartisipasi. Turnamen pun akhirnya digelar dengan 10 kontestan yang terbagi dalam dua grup, di mana masing-masing grup terdiri dari lima tim untuk saling bersaing memperebutkan poin terbanyak. Selanjutnya, dua tim dengan poin terbanyak di tiap grup, berhak tampil di babak semifinal.
Thailand keluar sebagai juara pada edisi pertama ini, setelah mengalahkan Malaysia 1-0 di partai puncak. Indonesia sendiri harus puas berada di peringkat empat, lantaran kalah 2-3 dari Vietnam dalam perebutan posisi ketiga.
Sukses menggelar edisi pertama, Piala Tige pun rutin digelar tiap dua tahun sekali. Vietnam dan Thailand jadi tuan rumah pada dua edisi berikutnya. Berjalan tiga edisi, terobosan baru diaplikasikan pada edisi keempat. Mulai tahun 2002, format tuan rumah diubah menjadi dua Negara.
Indonesia dan Singapura mendapat kesempatan menjadi tuan rumah untuk laga fase grup. Sementara untuk fase semifinal dan final digelar di Indonesia. Pada edisi keempat ini, Indonesia untuk kali kedua secara beruntun lolos ke final. Sayang, di hadapan ribuan pendukungnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Bambang Pamungkas cs gagal melakukan pembalasan atas Thailand yang mengalahkan mereka pada final dua tahun sebelumnya. Indonesia kalah adu penalti 2-4 (2-2).
Memasuki edisi kelima pada tahun 2004, format baru kembali diterapkan. Pada edisi kali ini, format semifinal hingga final dibuat dengan sistem home-away (kandang-tandang), namun aturan gol away belum diberlakukan.
Singapura jadi juara pada edisi kali ini usai menyisihkan Myanmar 8-5 via babak perpanjangan waktu (3-4, 4-2) di semifinal, dan menumbangkan Indonesia 5-2 (1-3, 2-1) di partai final.
Format Piala AFF
Terobosan baru kembali terjadi pada edisi keenam di tahun 2007. Kali ini, giliran nama turnamen yang diganti. Piala Tiger tidak lagi digunakan seiring turnamen tidak lagi disponsori Tiger Beer. Turnamen diganti menjadi Piala AFF.
Tak hanya itu, jumlah kontestan pun dikurangi menjadi delapan. Enam tim dengan ranking tertinggi di kawasan Asia Tenggara, berhak lolos otomatis ke putaran final. Sementara dua tempat tersisa akan diperebutkan lewat jalur kualifikasi. Inilah untuk kali pertama jalur kualifikasi kembali diberlakukan setelah terakhir kali dilakukan pada edisi 1998. Selain itu, laga perebutan tempat ketiga juga ditiadakan.
Setahun berselang, turnamen berganti jadi Piala Suzuki AFF –menyusul masuknya sponsor utama dari produsen otomotif asal Jepang.
Perubahan kembali terjadi pada edisi 2010. Format sedikit diperbarui yakni dengan diterapkannya aturan gol tandang di fase knock out. Sejak itu, format ini terus dipertahankan hingga kini memasuki edisi ke-10 yang akan digelar di Vietnam dan Singapura pada 22 November – 20 Desember 2014.Piala AFF 2014 telah resmi berakhir. Timnas Thailand berhasil meraih gelar juara setelah unggul atas Malaysia dengan agregat gol 4-3, dalam dua leg partai final. Artinya, ini menjadi gelar keempat The War Elephants sejak turnamen ini digulirkan pada 1996 dengan nama Piala Tiger.
Tak ayal, Thailand menyamai jumlah gelar yang diraih Singapura, yang berhasil menjadi tim terbaik pada 1998, 2004, 2007, dan 2012. Dalam sepuluh edisi turnamen ini diselenggarakan, baru empat negara yang berhasil meraih gelar juara.
Mereka adalah Thailand (empat kali), Singapura (empat kali), Vietnam (satu kali), dan Malaysia (satu kali). Sementara itu, Indonesia menjadi tim yang paling banyak meraih runner-up di turnamen sepakbola tertinggi antarnegara di Asia Tenggara ini pada 2000, 2002, 2004, dan 2010.
Selain itu, baru lima negara yang menjadi tuan rumah tunggal atau bersama ajang ini dari 11 negara ASEAN yang ada. Yaitu, Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Vietnam.
Berikut daftar juara Piala AFF sejak 1996:
1996 Thailand
1998 Singapura
2000 Thailand
2002 Thailand
2004 Singapura
2007 Singapura
2008 Vietnam
2010 Malaysia
2012 Singapura
2014 Thailand
1998 Singapura
2000 Thailand
2002 Thailand
2004 Singapura
2007 Singapura
2008 Vietnam
2010 Malaysia
2012 Singapura
2014 Thailand
Tidak ada komentar:
Posting Komentar